Khawatirkan Operasi Militer Gabungan AS-Israel
Kekhawatiran Iran semakin dalam dengan dukungan publik Washington kepada PM Israel Benjamin Netanyahu untuk memperbarui serangan terhadap program nuklir dan rudal Iran. Hal ini memicu kekhawatiran akan adanya operasi militer gabungan dalam waktu dekat.
Ketakutan ini diperparah oleh aksi dramatis AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang diinterpretasikan Teheran sebagai sinyal bahwa Washington tidak ragu menggunakan kekuatan untuk menggulingkan pemerintahan berdaulat.
Respons Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Di dalam negeri, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menuduh para pengunjuk rasa telah dimanfaatkan pihak asing untuk merusak stabilitas nasional. Laporan hak asasi manusia menyebutkan lebih dari 20 orang tewas dan ratusan ditahan dalam bentrokan.
"Kita harus mengenali taktik musuh. Mereka melihat ini sebagai sebuah kesempatan dan berusaha mengeksploitasinya. Para perusuh harus ditempatkan di tempat semestinya," ujar Khamenei.
Dengan militer dalam siaga penuh dan tekanan dari dalam serta luar negeri, situasi di Iran berada pada titik yang sangat kritis, berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Perang Dunia 3? Klaim Dewan Perang Eropa & Bantahan Uni Eropa Dikupas Tuntas
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Anggaran Rp1.950 Triliun & Wajib Militer Baru
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol di Adamuz: 21 Tewas, Penyebab Diduga Anjlok
Lonjakan PTSD & Bunuh Diri di Militer Israel: Dampak Psikologis Perang Gaza 2024-2025