AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional: Dampak & Kekhawatiran Indonesia

- Kamis, 08 Januari 2026 | 17:25 WIB
AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional: Dampak & Kekhawatiran Indonesia

Alasan AS: Tudingan Agenda Globalis dan Pemborosan

Langkah radikal ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani Memorandum Kepresidenan pada Rabu (7/1/2026). Gedung Putih menuding 66 organisasi tersebut—yang terdiri dari 31 entitas PBB dan 35 organisasi non-PBB—telah mengkhianati kepentingan nasional Amerika Serikat.

Pemerintah AS beralasan bahwa dana pembayar pajak selama ini dihabiskan untuk mendanai agenda kelompok 'globalis' yang dinilai berseberangan dengan nilai-nilai nasional AS. Organisasi-organisasi itu juga dituding menghamburkan dana publik tanpa memberikan dampak nyata bagi keamanan dan ekonomi Amerika Serikat.

Dampak Luas: Dari Perubahan Iklim hingga Kesehatan Global

Daftar organisasi yang ditinggalkan AS mencakup bidang-bidang strategis. Di sektor lingkungan, AS keluar dari UNFCCC, yang merupakan kerangka utama Perjanjian Paris. Di sektor kesehatan, dukungan terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNFPA resmi dicabut.

Tidak hanya itu, badan-badan penting seperti UNESCO, Dewan HAM PBB, dan UNRWA juga termasuk dalam daftar. Di luar PBB, AS menarik diri dari berbagai aliansi keamanan, perdagangan, hingga kelompok riset seperti Organisasi Kayu Tropis Internasional.

Eksodus besar-besaran ini diprediksi menciptakan kekosongan pendanaan yang signifikan, mengingat AS selama ini merupakan kontributor utama bagi banyak lembaga tersebut. Dunia internasional kini mempertanyakan ketahanan sistem multilateral tanpa dukungan dari negara adidaya.


Halaman:

Komentar