Opsi Militer AS dan Diplomasi Darurat Negara Arab Teluk
Perkiraan serangan 24 jam ini diperkuat oleh laporan media AS sebelumnya bahwa pemerintah Washington sedang secara aktif meninjau opsi militer terhadap Teheran. Linimasa yang mengkhawatirkan ini telah memicu upaya diplomasi darurat di belakang layar.
Negara-negara Arab Teluk, yang dikabarkan sangat khawatir akan pecahnya konflik regional, disebut-sebut sedang melobi Washington untuk menghindari aksi militer. Kekhawatiran utama mereka adalah potensi gangguan parah pada pasar minyak dunia dan risiko eskalasi menjadi perang skala besar di Timur Tengah.
Latar Belakang Protes dan Ancaman Stabilitas Kawasan
Peringatan dari pejabat Eropa ini muncul di tengah gelombang protes di Iran yang dipicu keluhan ekonomi sejak 28 Desember. Pemerintah Iran secara konsisten menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas upaya mengobarkan keresahan domestik.
Bagi negara-negara di kawasan, termasuk Turkiye, yang menekankan pentingnya stabilitas, kemungkinan serangan mendadak AS dipandang sebagai ancaman serius. Eskalasi militer berisiko memicu konflik dahsyat yang dapat dengan cepat meluas, mengguncang stabilitas seluruh kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Yoon Suk Yeol Dituntut Hukuman Mati: Kronologi Lengkap & Fakta Terbaru
Krisis Rial Iran: Penyebab Nilai 1 Rial Setara 0 Dolar AS & Dampaknya
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Tinggalkan 134 Keturunan
Perang Dunia III Sudah Dimulai? Analisis Pakar Rusia tentang Bentuk Perang Hibrida Saat Ini