Debat Sengit AS dan Iran di DK PBB: Trump Siap Pertimbangkan Semua Opsi Militer
Suasana sidang Dewan Keamanan PBB memanas setelah perwakilan Amerika Serikat dan Iran saling melontarkan kecaman tajam. Sidang darurat yang digelar pada Kamis (15/1/2026) ini diadakan menyusul eskalasi ketegangan akibat gelombang protes besar-besaran di Teheran.
Pernyataan Tegas AS: "Semua Opsi Dipertimbangkan"
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyampaikan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa Presiden Donald Trump siap bertindak untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut di Iran. "Presiden Donald Trump adalah seorang yang bertindak, bukan hanya berbicara. Semua opsi sedang dipertimbangkan," tegas Waltz di hadapan forum internasional tersebut.
Kecaman Iran dan Dukungan Rusia-China
Wakil Duta Besar Iran, Hossein Darzi, membalas dengan menuduh Amerika Serikat melakukan campur tangan dan menyiapkan dalih untuk intervensi militer. "AS berupaya menampilkan diri sebagai sahabat rakyat Iran, padahal sebenarnya sedang merusak kedaulatan kami," ujarnya.
Posisi Iran mendapatkan dukungan dari sekutunya. Rusia, melalui perwakilannya Vasily Nebenzya, menyebut retorika AS berbahaya. Sementara China mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari situasi "hukum rimba" yang dapat memperluas konflik di kawasan Asia Barat.
Artikel Terkait
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina
2 Tentara AS Tewas, Iran Serang Rudal Balistik ke Pangkalan Militer Yordania
Iran Hancurkan Jet Tempur AS di Yordania, Serangan Balasan Operasi Nasr 2 Meluas ke Kuwait dan Bahrain
Parlemen Israel Bubar, Pemilu Digelar 27 Oktober: Nasib Netanyahu di Ujung Tanduk