Orban menjelaskan bahwa dewan perang ini dibentuk melalui pertemuan 27 kepala negara Eropa. Dalam pertemuan itu, pembahasan bukan lagi tentang perdamaian, tetapi mekanisme untuk menaklukkan Rusia, termasuk memaksa Moskow membayar ganti rugi dan menyita aset untuk pendanaan perang di Ukraina.
Menanggapi hal ini, Orban bersumpah bahwa Hongaria akan menolak mengirimkan tentara maupun dana ke garis depan konflik yang lebih luas.
Bantahan Keras dari Uni Eropa
Klaim Orban langsung dibantah oleh para pejabat Uni Eropa. Mereka menegaskan bahwa pertemuan tingkat tinggi yang dimaksud berfokus pada langkah-langkah keamanan defensif yang mengutamakan kemanusiaan, bukan persiapan perang.
Uni Eropa menilai pernyataan Orban sebagai narasi yang menguntungkan Moskow dan upaya untuk memperkuat dukungan domestiknya di Hongaria. Kritikus juga mempertanyakan waktu pernyataan Orban yang mendekati pemilihan parlemen Hongaria pada April 2026.
Ketegangan ini muncul di tengah konflik Ukraina yang berkepanjangan dan kontroversi pernyataan Donald Trump mengenai Greenland, yang mengguncang kohesi aliansi NATO.
Artikel Terkait
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Anggaran Rp1.950 Triliun & Wajib Militer Baru
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol di Adamuz: 21 Tewas, Penyebab Diduga Anjlok
Lonjakan PTSD & Bunuh Diri di Militer Israel: Dampak Psikologis Perang Gaza 2024-2025
Necla Ozmen Klaim Putri Donald Trump: Kronologi, Fakta, dan Upaya Tes DNA