Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang dihasilkan oleh massa suatu benda. Bumi memiliki massa yang sangat besar, yang menciptakan medan gravitasi. Satu-satunya cara untuk menghilangkan gravitasi Bumi adalah dengan menghilangkan massa Bumi itu sendiri (inti, mantel, dan kerak), yang jelas-jelas tidak terjadi dalam skala waktu sedetik.
2. Klaim Gelombang Gravitasi yang Keliru
Penyebar hoaks menyebut penyebabnya adalah "perpotongan dua gelombang gravitasi dari lubang hitam". Pernyataan ini salah kaprah karena:
- Gelombang gravitasi bergerak pada kecepatan cahaya dan sangat sulit diprediksi jauh hari dengan akurasi tinggi seperti yang diklaim.
- Badan yang mempelajari gelombang gravitasi adalah kolaborasi LIGO-Virgo-KAGRA, bukan NASA secara tunggal.
- Gelombang gravitasi yang terdeteksi di Bumi tidak menghilangkan gravitasi lokal, ia hanya menyebabkan distorsi ruang-waktu yang sangat-sangat kecil.
3. Dampak yang Tidak Masuk Akal
Jika gravitasi hilang, bukan hanya manusia yang melayang. Atmosfer, lautan, dan segala yang tidak terikat kuat akan terlepas ke angkasa. Klaim bahwa hanya orang di luar ruangan yang terdampak dan jatuh dari ketinggian terbatas menunjukkan ketidaktahuan akan hukum fisika dasar.
Kesimpulan: Hoaks yang Mudah Dibantah
Klaim Bumi kehilangan gravitasi 7 detik pada 12 Agustus 2026 adalah berita hoaks tanpa dasar sains sedikit pun. Narasi ini memanfaatkan ketakutan publik dan fenomena astronomi (gerhana) untuk menyebarkan informasi palsu. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi mengejutkan dari sumber sains yang kredibel dan tidak mudah menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu