Yordania & UEA Diduga Bantu AS Serang Iran: Laporan Intelijen & Analisis Terkini

- Senin, 26 Januari 2026 | 03:50 WIB
Yordania & UEA Diduga Bantu AS Serang Iran: Laporan Intelijen & Analisis Terkini

Peningkatan Kerja Sama Militer AS-Israel dan Kekhawatiran Kawasan

Laporan ini muncul bersamaan dengan kunjungan Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, ke Israel. Sumber keamanan Israel mengungkapkan kerja sama militer kedua negara sedang dalam level yang sangat dekat, mencakup berbagi intelijen, logistik, dan sistem pertahanan udara untuk mengatasi ancaman Iran.

Namun, sejumlah diplomat Arab dan pejabat Teluk menyuarakan kekhawatiran mendalam. Negara-negara seperti Arab Saudi, Oman, dan Qatar dikabarkan aktif berupaya mencegah serangan AS terhadap Iran, khawatir akan terjerumus dalam eskalasi konflik. Posisi UEA sendiri dianggap masih ambigu dengan sinyal yang beragam dari para pejabatnya.

Pengerahan Militer AS: USS Abraham Lincoln Siap Siaga

Eskalasi ketegangan semakin nyata dengan telah berakhirnya pengerahan cepat Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln di wilayah Komando Pusat AS (CENTCOM) sejak Minggu. Kapal induk bertenaga nuklir ini kini berada dalam jarak serang ke Iran.

Pengerahan yang diperintahkan Donald Trump ini meliputi pesawat tempur canggih F-35C dan F/A-18E/F Super Hornet, kapal perusak bersenjata rudal jelajah Tomahawk, serta jaringan pertahanan rudal yang telah operasional. Kehadirannya menandai peningkatan signifikan kekuatan militer AS di perairan dekat Iran.

Trump menyebut langkah ini sebagai tindakan pencegahan dan "berjaga-jaga", sambil mengeluarkan peringatan keras kepada rezim Teheran. Dukungan udara tambahan seperti pesawat F-15E di Yordania dan pengebom B-52 di Qatar melengkapi lapisan opsi serangan AS di kawasan tersebut.


Halaman:

Komentar