"Ada yang memilih untuk tetap berada di sana dan belum menyatakan kesediaannya untuk pindah, namun ini juga terus kita pantau keadaannya," ujar Menlu kala itu. Saat itu, empat WNI berhasil dievakuasi melalui Yordania dengan pertimbangan keamanan yang ketat.
Rekrutmen Massal Warga Negara Asing oleh IDF
Investigasi ini menunjukkan puluhan ribu tentara asing dan berkewarganegaraan ganda bergabung dengan IDF selama periode konflik di Gaza. Totalnya, terdapat 47.107 tentara yang memegang kewarganegaraan Israel dan setidaknya satu kewarganegaraan lainnya.
Berikut adalah data negara penyumbang personel terbanyak berdasarkan dokumen tersebut:
- Amerika Serikat: 13.342 personel (terbanyak).
- Prancis: 6.464 personel.
- Rusia: 5.067 personel.
- Jerman: 3.901 personel.
- Ukraina: 3.210 personel.
- Inggris: 2.069 personel.
Daftar juga mencakup rekrutan dari Kanada, Polandia, Rumania, serta sejumlah negara Amerika Latin dan Arab. Data juga mengungkap 4.440 tentara memiliki dua kewarganegaraan asing tambahan, dan 162 tentara memiliki tiga atau lebih kewarganegaraan asing.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keterlibatan warga negara asing, termasuk kemungkinan WNI, dalam konflik bersenjata di Timur Tengah dan implikasinya terhadap hukum internasional serta kebijakan luar negeri Indonesia.
Artikel Terkait
Kongres AS Selidiki Kematian Misterius 11 Ilmuwan: Pentagon, FBI, NASA Diminta Klarifikasi
Iran Tolak Perundingan Damai dengan AS: Penyebab, Ancaman Trump & Dampaknya
Trump Tolak Cabut Blokade Pelabuhan Iran: Syarat & Dampak Terkini 2026
Peringatan Gempa M8+ di Jepang: Waspada Tsunami di 182 Kota Pasca Gempa M7.4