Mojtaba Khamenei Resmi Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru
Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, secara resmi ditunjuk untuk menggantikan posisi sang ayah. Penunjukan ini dilakukan oleh Majelis Ahli Iran sepuluh hari setelah Ali Khamenei, beserta ibu dan istri Mojtaba, Zahra Haddad-Adel, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari.
Latar Belakang Tragedi dan Suksesi
Serangan udara yang menargetkan kompleks kediaman keluarga Khamenei di Teheran itu tidak hanya merenggut nyawa ayah, ibu, dan istrinya, tetapi juga saudara perempuan, kakak ipar, serta sejumlah keponakan Mojtaba. Meski selamat, tragedi ini menjadi latar yang kelam bagi dimulainya kepemimpinannya.
Sosok Tertutup dengan Pengaruh Besar
Berbeda dengan ayahnya, Mojtaba Khamenei dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup dari publik. Ia tidak pernah memegang jabatan resmi di pemerintahan, jarang berpidato, dan hampir tidak pernah memberikan wawancara. Banyak warga Iran bahkan belum pernah mendengar suaranya.
Namun, di balik ketertutupannya, Mojtaba diyakini memiliki pengaruh yang sangat besar. Selama bertahun-tahun, ia sering disebut sebagai "pangeran bayangan" yang mengelola lingkaran dalam ayahnya dan memiliki koneksi kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta badan intelijen Iran.
Artikel Terkait
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran: AS & Israel Ancam Lanjutkan Serangan
Panic Buying BBM Global: Dampak Konflik AS-Iran di Selat Hormuz & Negara Terdampak
George Galloway Klaim Tel Aviv Hancur & 1.000 Warga AS Tewas Dirahasiakan Media
Serangan Sekolah di Iran: Fakta Investigasi Al Jazeera & Klaim Trump yang Kontroversial