Proses Penunjukan oleh Majelis Ahli
Menurut analis politik Hamid Reza Gholamzadeh dari DiploHouse Teheran, penunjukan Mojtaba murni merupakan keputusan Majelis Ahli berdasarkan penilaian konstitusional. Ali Khamenei sendiri disebutkan awalnya menentang gagasan putranya menjadi penerus.
"Ini tidak ada hubungannya dengan ayahnya. Majelis Ahli yang bertanggung jawab menilai dan memilih berdasarkan kriteria konstitusi," ujar Gholamzadeh, seperti dikutip Al Jazeera.
Proyeksi Kebijakan dan Masa Depan Iran
Dengan latar belakang pribadi yang penuh tragedi akibat serangan Barat, banyak pengamat memperkirakan kepemimpinan Mojtaba Khamenei akan membawa Iran ke arah kebijakan yang lebih keras dan tidak kompromistis terhadap tekanan Amerika Serikat dan Israel. Kabel diplomatik AS masa lalu pun menggambarkannya sebagai sosok yang "cakap dan berpengaruh".
Kedekatannya dengan ayahnya dianggap sebagai bekal untuk memahami kompleksitas tantangan yang dihadapi Iran, meski ia tidak memiliki pengalaman eksekutif formal. Masa kepemimpinannya diprediksi akan menjadi babak baru yang menentukan dalam politik Timur Tengah.
Artikel Terkait
Trump Ancam Terapkan Tarif di Selat Hormuz Jika Gagal Damai dengan Iran dalam 60 Hari
AS Setuju Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran: Ini 14 Poin Perjanjian Damai Bersejarah
Trump Mau Pecat Menhan dan Dirut CIA yang Tolak Perdamaian dengan Iran
Iran Ancam Serang Balik Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan, Perjanjian Damai AS-Iran Terancam Gagal