Peringatan paling serius datang dalam bentuk ancaman terhadap pasokan energi global. Naeini menyatakan bahwa jika serangan AS-Israel terus berlanjut, Iran tidak akan mengizinkan "satu liter pun minyak" diekspor melalui kawasan itu. Ancaman ini sangat signifikan mengingat sekitar 20% pasokan minyak dunia atau seperlima dari pengiriman minyak global, setiap hari melewati Selat Hormuz. Gangguan di jalur ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengganggu stabilitas ekonomi, terutama bagi negara-negara importir besar seperti China.
Trump Balas Ancaman dengan Peringatan Serangan 20 Kali Lebih Keras
Menanggapi ancaman Iran, Donald Trump membalas melalui platform Truth Social. Ia memperingatkan bahwa AS akan membalas dengan kekuatan "dua puluh kali lebih keras" jika Iran mencoba menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz. Trump menambahkan bahwa militer AS dapat menghancurkan target-target penting Iran dengan mudah, dan serangan lanjutan bisa membuat Iran hampir mustahil membangun kembali infrastruktur militernya.
Militer AS Kerahkan Dua Kelompok Kapal Induk ke Timur Tengah
Eskalasi ketegangan ini diiringi dengan penguatan postur militer AS. United States Central Command mengonfirmasi telah mengerahkan dua kelompok tempur kapal induk ke kawasan. USS Abraham Lincoln berada di Laut Arab, sementara USS Gerald R. Ford telah ditempatkan di Laut Merah. Kehadiran kekuatan militer besar ini semakin meningkatkan tensi di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Situasi di Selat Hormuz terus dipantau ketat oleh komunitas internasional, mengingat dampak luas yang dapat ditimbulkan terhadap keamanan maritim, pasokan energi, dan stabilitas ekonomi global.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan