USS Gerald Ford Ditarik dari Medan Operasi Iran, Kesiapan Tempur Dipertanyakan
Kapal induk terbaru dan termahal milik Amerika Serikat, USS Gerald R Ford, secara mendadak ditarik dari wilayah operasi di Timur Tengah terkait ketegangan dengan Iran. Penarikan ini awalnya dikaitkan dengan insiden kebakaran di kapal, namun laporan mendalam dari Pentagon mengungkap adanya masalah operasional yang lebih serius.
Laporan Pentagon: Data Tempur Tidak Mencukupi
Menurut laporan Bloomberg yang mengutip kantor pengujian Pentagon, ditemukan bahwa data untuk menilai efektivitas tempur kapal induk kelas Ford ini tidak mencukupi. Kekurangan data ini terjadi hampir satu dekade setelah kapal mulai beroperasi. Sistem-sistem utama kapal, termasuk sistem peluncuran pesawat, radar, dan elevator senjata, dinilai masih belum dapat diandalkan dalam skenario perang yang realistis.
Kelemahan Sistem Inti dan Tekanan Operasional
Laporan tersebut menyoroti kekhawatiran berkelanjutan pada beberapa sistem inti. Belum ada kepastian apakah USS Gerald Ford dapat mempertahankan operasi di bawah kondisi tembakan musuh atau mengelola serangan terus-menerus seperti dalam perang sesungguhnya. Kapal yang menelan biaya $13,2 miliar ini juga telah menjalani penempatan laut selama sekitar sembilan bulan, melebihi siklus standar, sehingga menambah tekanan pada peralatan dan awak kapal.
Masalah logistik juga ditemukan, seperti kapasitas tempat berlabuh yang tidak memadai yang dapat mempengaruhi kualitas hidup awak kapal. Selain itu, perbaikan untuk sistem tempur yang telah diidentifikasi sebagian besar masih belum didanai.
Artikel Terkait
Harga BBM Vietnam Naik 105%: Dampak Konflik Timur Tengah 2026 & Solusi Pemerintah
Erdogan Kritik Netanyahu: Seruan Hindari Jebakan Zionis & Dampak Perang Israel-Iran
Serangan Rudal Iran di Bnei Brak: 12 Warga Israel Terluka, Termasuk Anak-Anak
Iran Ajukan 2 Syarat ke AS untuk Akhiri Konflik: Ganti Rugi & Pengakuan Agresi