Pelaksanaan operasi ini dikabarkan masih menunggu keputusan final dari Presiden AS, Donald Trump. Para pejabat AS menyebutkan bahwa rencana ini dapat menandai "fase baru perang" yang mungkin "jauh lebih berbahaya" bagi pasukan AS dibandingkan empat minggu pertama pertempuran.
Target Potensial dan Eskalasi Konflik
Diskusi di Pentagon disebut mencakup operasi yang menargetkan Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran, serta serangan pesisir di dekat Selat Hormuz untuk menetralisir ancaman terhadap pelayaran internasional. Misi semacam ini diperkirakan dapat berlangsung hingga "beberapa pekan".
Eskalasi regional ini terus berlanjut sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Korban Jiwa dan Serangan Balasan Iran
Hingga saat ini, tercatat 13 tentara AS tewas dan lebih dari 300 orang terluka dalam berbagai serangan di wilayah tersebut sejak perang dimulai. Sebagai balasan, Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Serangan balasan Iran ini telah mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu stabilitas pasar global dan lalu lintas penerbangan di kawasan.
Artikel Terkait
Dubes Iran Serukan Persatuan Sunni-Syiah: Bersatu Hadapi Israel dan AS
Christina Maria Plante Ditemukan Selamat Setelah 32 Tahun, Ini Fakta Cold Case Arizona Terpecahkan
Pemecatan KSAD Randy George oleh Menhan AS: Dampak Strategi Perang Iran & Gelombang Perombakan Militer
Serangan Israel Hancurkan Pabrik Baja Khuzestan & Mobarakeh Iran, Pemulihan 1 Tahun