IRGC menyatakan bahwa sasaran serangan tidak hanya berfokus pada wilayah Israel. Operasi ini juga menargetkan aset-aset strategis negara lain di kawasan Timur Tengah, yang menunjukkan perluasan konflik. Target-target tersebut antara lain:
- Baterai Sistem HIMARS yang berada di Pulau Bubiyan, Kuwait.
- Sistem Pertahanan Udara Patriot milik Amerika Serikat di wilayah utara Bahrain.
- Lokasi di Uni Emirat Arab (UAE) yang diduga digunakan untuk menyimpan roket, personel, dan pelatih militer senior AS.
Respons Israel dan Kekhawatiran Dunia Internasional
Di sisi lain, Israel mengandalkan sistem pertahanan udara canggihnya, Iron Dome, untuk mencegat serangan. Meski demikian, beberapa laporan menyebutkan sejumlah rudal berhasil menembus pertahanan dan menyebabkan kerusakan.
Serangan Iran ini disebut sebagai respons atas serangan udara Israel yang kerap menyasar fasilitas militer Iran. Situasi ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Eskalasi yang terus berlanjut ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan dunia internasional akan potensi konflik ini berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Kategori: Konflik Timur Tengah, Berita Internasional, Militer & Pertahanan
Artikel Terkait
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu
Trump Murka pada Netanyahu: Ancaman Penjara dan Kritik Pedas soal Perang Lebanon
Media Singapura Sebut Jakarta Mirip Gotham City, Tapi Turis Tetap Berburu Belanja Murah Gegara Rupiah Anjlok