Dalam pernyataannya, Zolfaghari menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam. Pemerintahnya menyatakan kesiapan untuk segera membalas insiden yang mereka sebut sebagai "tindakan pembajakan bersenjata" ini.
“Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini,” tegasnya.
Klaim Keberhasilan dari Pihak Amerika Serikat
Insiden ini berawal dari pengumuman yang dibuat oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Trump menyatakan bahwa militer AS berhasil mencegat sebuah kapal kargo berbendera Iran yang mencoba melewati blokade laut yang diterapkan AS.
Dalam pernyataannya, Trump menulis, "Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA… mencoba melewati blokade angkatan laut kami, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka." Pernyataan ini semakin memicu ketegangan antara kedua negara yang sudah lama berseteru.
Insiden terbaru di Laut Arab ini memperlihatkan eskalasi konflik yang terus berlanjut antara AS dan Iran, khususnya di wilayah perairan strategis. Ancaman balasan dari Iran meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik terbuka yang dapat mengganggu stabilitas keamanan kawasan.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina