Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara & Jet Tempur JF-17 ke Arab Saudi, Respons Konflik Iran-AS

- Selasa, 19 Mei 2026 | 08:25 WIB
Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara & Jet Tempur JF-17 ke Arab Saudi, Respons Konflik Iran-AS

Timur Tengah Memanas: Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan Sistem Pertahanan Udara ke Arab Saudi

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat. Pakistan secara resmi mengerahkan 8.000 personel militer, satu skuadron jet tempur, dan sistem pertahanan udara buatan China ke Arab Saudi. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi pakta pertahanan bersama antara Islamabad dan Riyadh, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Pengerahan pasukan dan aset militer Pakistan ke Kerajaan Saudi ini dimulai pada awal April. Langkah strategis ini secara signifikan memperkuat kehadiran militer Pakistan di kawasan Teluk.

Jet Tempur JF-17 dan Sistem HQ-9 Dikerahkan

Pakistan mengerahkan satu skuadron yang terdiri dari sekitar 16 pesawat tempur, dengan mayoritas merupakan jet tempur JF-17. Pesawat ini merupakan hasil produksi bersama antara Pakistan dan China. Selain itu, Pakistan juga mengerahkan sistem pertahanan udara jarak jauh HQ-9 buatan China.

Kehadiran persenjataan canggih buatan China ini beroperasi berdampingan dengan sistem berteknologi tinggi buatan Amerika Serikat yang sudah ada di Arab Saudi. Saudi diketahui memiliki sistem pertahanan udara Patriot dan Thaad, serta memiliki persediaan pencegat Patriot terbesar di kawasan Teluk.

Pakta Pertahanan di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran

Perang antara AS-Israel melawan Iran menjadi katalis utama bagi pengaktifan pakta pertahanan Arab Saudi dengan Pakistan. Perjanjian ini ditandatangani pada September 2025, menyusul serangan Israel terhadap negosiator Hamas di Doha, Qatar. Sebagai respons, Iran meluncurkan ribuan drone dan rudal ke negara-negara Teluk.

Selama minggu-minggu awal konflik, sejumlah komentator Saudi menyoroti pakta pertahanan dengan Pakistan. Mereka menyebut perjanjian ini menempatkan Arab Saudi di bawah payung keamanan negara berkekuatan nuklir, yaitu Pakistan.

Seorang pejabat AS menyatakan kepada Middle East Eye bahwa Islamabad mulai waspada terhadap pernyataan tersebut dan telah mendiskusikannya dengan Arab Saudi. Pengerahan aset militer ini menegaskan upaya Islamabad untuk mengatasi kekhawatiran keamanan Riyadh.

Potensi Pengerahan 80.000 Tentara dan Kapal Perang


Halaman:

Komentar