Menurut laporan Reuters, perjanjian pertahanan ini membuka kemungkinan pengerahan hingga 80.000 tentara Pakistan ke Arab Saudi untuk mengamankan perbatasan kerajaan. Kesepakatan tersebut juga mencakup pengerahan kapal perang Pakistan, meskipun belum dapat diverifikasi apakah kapal-kapal tersebut telah mencapai perairan Saudi.
Kondisi geografis menambah kompleksitas situasi. Selat Hormuz secara efektif tertutup akibat blokade Iran dan AS. Sementara itu, pantai Laut Merah Arab Saudi dapat diakses melalui Selat Bab el-Mandeb yang sempit, di mana kelompok Houthi sebelumnya telah menyerang kapal-kapal dagang.
Hubungan Historis Pakistan dan Arab Saudi
Arab Saudi dan Pakistan memiliki hubungan keamanan yang panjang. Hubungan ini semakin menguat di tengah perang melawan Iran. Islamabad sebelumnya memediasi gencatan senjata antara AS dan Iran pada April lalu, sebuah langkah yang didukung penuh oleh Riyadh. Sebagai imbalannya, Arab Saudi memperpanjang bantuan keuangan kepada Pakistan.
Kedua negara saat ini membahas perluasan pakta keamanan untuk memasukkan Turki. Arab Saudi juga telah menggunakan persenjataan Pakistan untuk menarik beberapa aktor regional keluar dari pengaruh Uni Emirat Arab (UEA).
Pada bulan April, MEE melaporkan bahwa Pakistan mengirimkan lima pesawat kargo berisi senjata ke pemerintah Libya bagian timur yang dipimpin oleh Khalifa Haftar. Pengiriman ini didanai oleh Arab Saudi.
Trump Beri Ancaman Baru ke Iran
Ancaman AS terhadap Iran belum mereda. Laporan New York Times menyebut AS dan Israel mulai mempersiapkan serangan terbaru ke Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan waktu terus berjalan dan meminta Iran segera menyetujui proposal perdamaian yang ditawarkan Washington.
"Mereka sebaiknya segera bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka," tulis Trump di platform Truth Social. "WAKTU SANGAT PENTING!"
Pesan tersebut disampaikan saat Trump berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sementara itu, pada hari Senin, Iran mengaku telah menanggapi proposal terbaru AS dan terus melakukan pertukaran melalui mediator Pakistan.
"Seperti yang kami umumkan kemarin, kekhawatiran kami telah disampaikan kepada pihak Amerika," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam konferensi pers. Media Iran melaporkan bahwa AS gagal memberikan konsesi konkret kepada Teheran, yang berpotensi menyebabkan kebuntuan dalam negosiasi.
Artikel Terkait
PLTN Barakah UEA Diserang Drone dari Irak, Iran Tuding Israel Dalang Serangan
Trump Klaim AL dan AU Iran Hancur Total, Operasi Epic Fury Sukses Lumpuhkan Militer Teheran
Trump Beri Ultimatum 3 Hari ke Iran: Siap Serang Besar-besaran Jika Tak Ada Kesepakatan Damai
Donald Trump Unggah Foto Bareng Alien di Truth Social, Warganet Spekulasi Soal UFO