Kemunculan video ini dinilai bukan sekadar kebetulan. Meme AI tersebut diunggah hanya sehari setelah penayangan episode terakhir The Late Show versi Colbert, menambah kesan bahwa konten ini sengaja dirilis untuk momen yang tepat.
Sebelumnya, Trump juga beberapa kali menyerang Colbert di media sosial. Mantan presiden AS itu menyebut sang host tidak lagi memiliki rating tinggi maupun pengaruh besar di industri televisi Amerika.
Bagi basis pendukung setia Trump, video tersebut dianggap lucu dan memuaskan karena berhasil menggambarkan kemenangan simbolis atas figur media yang selama ini menjadi pengkritik utama mereka.
Namun di sisi lain, lawan politik Trump menilai video itu berlebihan, kekanak-kanakan, dan tidak pantas dilakukan oleh seorang mantan presiden Amerika Serikat. Mereka menganggap konten tersebut hanya memperkeruh suasana politik yang sudah panas.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, video ini kembali menunjukkan bagaimana budaya politik Amerika kini semakin dipenuhi oleh perang meme, satire digital, dan konten AI yang sengaja dirancang untuk memancing emosi publik sekaligus memperkuat basis pendukung masing-masing kubu.
Artikel Terkait
Krisis Kuba Memuncak: Kapal Induk AS Berlabuh, Raul Castro Didakwa, Ancaman Perang Mengintai
Presiden Korsel Lee Jae Myung Perintahkan Kajian Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Usai Serangan Kapal Bantuan Gaza
Ledakan Tambang Batu Bara China Tewaskan 82 Pekerja, Kebocoran Gas Jadi Pemicu
Trump Kecewa Netanyahu: Serangan ke Iran Ditunda demi Musim Haji