MULTaqomedia.com - Tragedi bom kereta api di Pakistan mengguncang dunia pada Minggu (24/5/2026). Sebuah kereta yang membawa personel militer dan keluarga mereka menjadi sasaran serangan bom bunuh diri di Stasiun Chaman Phatak, Quetta, ibu kota Balochistan. Akibat insiden ini, sedikitnya 24 orang tewas dan 70 lainnya mengalami luka-luka.
Menurut keterangan pejabat kereta api setempat, ledakan dahsyat menyebabkan tiga gerbong dan lokomotif tergelincir, sementara dua gerbong lainnya terbalik. Korban jiwa dan luka-luka mayoritas adalah personel militer dan keluarga mereka yang sedang dalam perjalanan mudik untuk merayakan Idul Adha.
Kelompok separatis Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan brutal ini. Aksi bom bunuh diri dilakukan dengan menggunakan sebuah mobil yang penuh dengan bahan peledak. Saksi mata, Naseer Ahmed, mengungkapkan kepada BBC bahwa mobil tersebut menabrak kereta dan memicu ledakan yang sangat kuat.
Artikel Terkait
Iran Hukum Gantung Mata-mata AS dan Israel, Eksekusi Mati Pertama di Tengah Perang
Penembakan Brutal di Gedung Putih: Detik-Detik Mencekam dan Motif Pelaku Gangguan Jiwa
Trump Beri Waktu Diplomasi Iran, Serangan Militer Ditunda
Trump Lempar Stephen Colbert ke Tempat Sampah, Video AI Viral Picu Perang Politik AS