"Kereta api sedang berjalan dan ada penumpang di dalamnya ketika ledakan terjadi," ujar Naseer Ahmed, warga setempat, kepada BBC, dikutip Senin (25/5/2026). Ia menambahkan bahwa kekuatan ledakan juga menghancurkan kaca jendela bangunan di sekitar lokasi kejadian. Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu pagi saat banyak warga masih beristirahat di rumah.
Video dan foto dari lokasi kejadian memperlihatkan pemandangan mengerikan. Beberapa gerbong kereta dan mobil yang terparkir di dekat rel hangus dan hancur lebur. Banyak bangunan di sekitar area tersebut juga mengalami kerusakan parah akibat dampak ledakan.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan terorisme pengecut. Ia menegaskan bahwa aksi keji ini tidak akan melemahkan tekad rakyat Pakistan. "Seluruh rakyat berdiri dalam solidaritas bersama warga Balochistan di saat-saat duka seperti ini," ujarnya.
Rombongan personel militer dan keluarga mereka sebelumnya dalam perjalanan dari kamp militer menuju stasiun kereta api utama Quetta. Dari sana, mereka berencana melanjutkan perjalanan ke Peshawar, kemudian ke kota asal masing-masing untuk merayakan Hari Raya Idul Adha bersama keluarga.
Artikel Terkait
Iran Hukum Gantung Mata-mata AS dan Israel, Eksekusi Mati Pertama di Tengah Perang
Penembakan Brutal di Gedung Putih: Detik-Detik Mencekam dan Motif Pelaku Gangguan Jiwa
Trump Beri Waktu Diplomasi Iran, Serangan Militer Ditunda
Trump Lempar Stephen Colbert ke Tempat Sampah, Video AI Viral Picu Perang Politik AS