Rincian Kesepakatan Damai AS-Iran Bocor: 14 Poin Penting, Gencatan Senjata hingga Pencairan Aset Rp427 Triliun

- Senin, 15 Juni 2026 | 05:25 WIB
Rincian Kesepakatan Damai AS-Iran Bocor: 14 Poin Penting, Gencatan Senjata hingga Pencairan Aset Rp427 Triliun

Draf kesepakatan mengatur penangguhan sanksi atas penjualan produk Iran, termasuk minyak, petrokimia, dan turunannya, dengan memberikan akses penuh ke sistem keuangan global. Lebih lanjut, AS berjanji mencairkan aset Iran yang dibekukan senilai 24 miliar dolar AS (sekitar Rp427 triliun) selama periode negosiasi 60 hari. Setengah dari jumlah tersebut harus tersedia bagi Iran sebelum dimulainya pembicaraan final. Kesepakatan akhir nantinya akan mencakup pencabutan total sanksi primer dan sekunder AS serta penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional yang terkait.

Perundingan Nuklir dan Batasan Terakhir Iran

Draf tersebut menetapkan periode negosiasi 60 hari untuk mencapai kesepakatan final yang berfokus pada isu nuklir dan pencabutan sanksi. Iran akan menegaskan kembali komitmennya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) untuk tidak memproduksi senjata nuklir. Negosiasi akhir hanya akan membahas nasib material yang diperkaya, kegiatan pengayaan, pencabutan sanksi, dan rekonstruksi ekonomi Iran. Program rudal Iran dan dukungan untuk kelompok perlawanan secara definitif dikecualikan dari agenda negosiasi.

Rencana Rekonstruksi dan Kesepakatan Akhir

Draf kesepakatan mewajibkan AS dan sekutunya untuk menyampaikan rencana rekonstruksi bagi Iran senilai setidaknya 300 miliar dolar AS (sekitar Rp5.318 triliun). Kesepakatan akhir akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB. Negosiasi final tidak akan dimulai sebelum setengah dari aset Iran yang dibekukan dilepaskan, sanksi terhadap minyak Iran ditangguhkan, dan blokade Angkatan Laut dicabut.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, pada Senin pagi mengonfirmasi bahwa MoU telah difinalisasi dan akan ditandatangani di Jenewa, Swiss. Ia menyebut pencabutan blokade maritim akan mulai dilaksanakan pada Ahad malam waktu AS. Gharibabadi menggambarkan MoU ini sebagai hasil diplomasi dan pencapaian militer Iran selama konflik. "Musuh yang melancarkan serangan gagal di semua tujuan jahatnya, dan Republik Islam mencapai kemenangan besar dalam perang," ujarnya. Ia menambahkan bahwa teks penuh MoU akan dipublikasikan setelah penandatanganan resmi.

Presiden AS Donald Trump juga mengonfirmasi kesepakatan tersebut melalui unggahan di Truth Social. "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang komplet," tulis Trump. Ia mengaku telah mengautorisasi pembukaan Selat Hormuz tanpa tol bersamaan dengan pencabutan blokade maritim AS secara segera.

Pencairan Aset Iran

Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Mohsen Rezaei, mengonfirmasi pencairan aset Iran oleh AS. Dalam sebuah upacara peringatan di Kota Dezful, ia menyatakan bahwa konflik yang baru-baru ini terjadi justru meningkatkan posisi Iran di tingkat global dan memperkuat kemampuan penangkalnya. Rezaei mengeklaim kemampuan tersebut telah membuat Trump, yang ia sebut sebagai "penjudi", kini khawatir untuk bernegosiasi dengan Teheran.


Halaman:

Komentar