"Perang belum berakhir. Ada tantangan baru," ujar Netanyahu.
Netanyahu juga menekankan bahwa mempertahankan superioritas udara tetap menjadi doktrin utama keamanan nasional Israel. Keunggulan di udara dinilai sebagai faktor krusial dalam menghadapi berbagai ancaman yang muncul di kawasan Timur Tengah.
Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan sejak Selasa (7/7/2026). Eskalasi ini dipicu oleh insiden penembakan yang dilakukan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.
Padahal, kedua negara sebelumnya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad pada 17 Juni lalu, yang bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari. Namun, Presiden AS Donald Trump pada Rabu lalu menyatakan bahwa kesepakatan tersebut sudah tidak berlaku lagi.
Artikel Terkait
Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Strategis Iran-China-Rusia, Jalur Kereta Vital Lumpuh
AS Serang Iran di Selat Hormuz: Respons Rudal, 13 Ledakan Guncang Pesisir, Negosiasi Terancam
Iran Berduka: Jutaan Pelayat Padati Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran
Megawati Sampaikan Belasungkawa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Kenang Pertemuan di Teheran