"Perang belum berakhir. Ada tantangan baru," ujar Netanyahu.
Netanyahu juga menekankan bahwa mempertahankan superioritas udara tetap menjadi doktrin utama keamanan nasional Israel. Keunggulan di udara dinilai sebagai faktor krusial dalam menghadapi berbagai ancaman yang muncul di kawasan Timur Tengah.
Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan sejak Selasa (7/7/2026). Eskalasi ini dipicu oleh insiden penembakan yang dilakukan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.
Padahal, kedua negara sebelumnya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad pada 17 Juni lalu, yang bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari. Namun, Presiden AS Donald Trump pada Rabu lalu menyatakan bahwa kesepakatan tersebut sudah tidak berlaku lagi.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan