MULTAQOMEDIA.COM - Parlemen Israel, Knesset, resmi bubar pada Jumat (17/7/2026). Keputusan ini membuka jalan bagi proses pemilihan umum (pemilu) yang akan digelar pada 27 Oktober mendatang. Sebanyak 62 dari 120 anggota parlemen memberikan suara dukungan untuk pembubaran tersebut.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kini berupaya mempertahankan kursinya meskipun popularitasnya terus merosot. Politisi Partai Likud ini belum tentu mendapatkan kembali dukungan penuh dari mitra koalisinya pada pemilu mendatang.
Selama empat tahun berkuasa, pemerintahan sayap kanan Netanyahu mengesahkan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) kontroversial. Beberapa RUU yang disahkan dalam beberapa hari terakhir bertujuan memperkuat posisinya dan memuaskan koalisi dari kelompok ultra-Ortodoks.
Dalam sidang pleno terakhir yang panjang, koalisi Netanyahu mengesahkan aturan penting, termasuk pencabutan kekuasaan jaksa agung, pembatalan penangkapan bagi warga yang menolak wajib militer, serta perluasan pengawasan pemerintah terhadap media massa.
Artikel Terkait
Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS di Arab Saudi, Serangan Meluas ke 6 Negara Timur Tengah
Serangan AS ke Iran Malam Keenam: Bandar Abbas, Ahvaz, dan Iranshahr Jadi Target
Trump Frustrasi: Operasi Militer Iran Makin Rumit, Serangan AS ke Fasilitas Energi Mengancam
Bangladesh Sita Harta Sheikh Hasina Rp112 Triliun: Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan Terungkap