Parlemen Israel Bubar, Pemilu Digelar 27 Oktober: Nasib Netanyahu di Ujung Tanduk

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:50 WIB
Parlemen Israel Bubar, Pemilu Digelar 27 Oktober: Nasib Netanyahu di Ujung Tanduk


Selain itu, dalam RUU yang memberikan lampu hijau untuk pembubaran parlemen, mereka juga menyetujui peningkatan anggaran untuk partai-partai politik.


Meskipun parlemen telah dibubarkan, anggota parlemen Sagit Afik menyatakan bahwa Knesset masih bisa beroperasi selama sekitar 10 hari ke depan. Hal ini disebabkan oleh UU yang menentukan tanggal pemilu harus dikembalikan ke komite setelah mengalami kebuntuan dalam sidang pleno.


Ketua parlemen Amir Ohana menutup sidang pada Jumat tengah malam hingga Sabtu (18/7/2026) dini hari. "Sesi ini ditandai dengan berbagai macam protes, bertepatan dengan perang terberat dan terpanjang dalam sejarah negara ini," ujar Ohana.


Netanyahu merupakan perdana menteri dengan masa jabatan terlama di Israel, namun posisinya semakin terancam. Jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Israel menginginkan dirinya mundur. Kemarahan publik dipicu oleh kegagalan keamanan terkait serangan 7 Oktober 2023 yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas.


Mantan Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Gadi Eisenkot, kini muncul sebagai pesaing terkuat Netanyahu dalam pemilu mendatang.


Halaman:

Komentar