Peran Sjafrie Sjamsoeddin dan Sufmi Dasco Ahmad Meredam Konflik Polri vs Kejaksaan Agung

- Minggu, 19 Juli 2026 | 08:00 WIB
Peran Sjafrie Sjamsoeddin dan Sufmi Dasco Ahmad Meredam Konflik Polri vs Kejaksaan Agung

MULTTAQOMEDIA.COM - Ketegangan antara Polri dan Kejaksaan Agung kembali memanas. Polri menetapkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang. Kasus ini terkait proyek makan bergizi gratis yang melibatkan oknum polisi.

Menurut laporan Bocor Alus Politik dari Tempo, dua tokoh dekat Presiden Prabowo Subianto, yaitu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, memainkan peran penting dalam meredam dan mengawal konflik ini.

Latar Belakang Konflik Polri vs Kejaksaan

Polri melakukan penggeledahan di sebuah kafe terkait Febrie dan menemukan uang serta emas. Penetapan tersangka dilakukan setelah Febrie tidak lagi menjabat sebagai Jampidsus. Sementara itu, Kejaksaan Agung aktif mengusut dugaan korupsi proyek makan bergizi gratis yang melibatkan polisi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat mengusulkan penanganan kasus oleh KPK. Namun, Presiden Prabowo marah karena penggeledahan dilakukan tanpa pelaporan dan dinilai berpotensi memecah belah institusi penegak hukum. Presiden kemudian menggelar rapat tertutup maraton di Istana dan Wisma Danantara.

Peran Sjafrie Sjamsoeddin dalam Konflik

Sjafrie Sjamsoeddin hadir dalam pertemuan terpisah bersama Jaksa Agung Burhanuddin dan Febrie Adriansyah. Dalam pertemuan itu, Febrie meminta beberapa hal, yaitu tidak dijadikan tersangka, mengakui uang dan emas milik orang lain, serta evaluasi atau pergantian Kapolri.

Sjafrie menasihati Presiden agar tidak membiarkan Febrie dimanfaatkan oleh kepolisian. Ia mendorong transfer kasus ke Kejaksaan Agung sebagai langkah mitigasi. Sjafrie juga terlibat dalam rapat tingkat tinggi yang membahas kemungkinan evaluasi Kapolri dan kekhawatiran sabotase pemerintahan.


Halaman:

Komentar