MULTATQOMEDIA.COM - Tren unik kembali viral di media sosial China: balita dan hewan peliharaan kini tidur memeluk labu musim dingin (winter melon) sebagai alternatif murah pengganti AC. Buah dengan kandungan air lebih dari 95 persen ini disebut mampu memberikan sensasi dingin alami karena suhu permukaannya 3-5 derajat Celsius lebih rendah dari suhu ruangan.
Fenomena ini bahkan digambarkan secara jenaka sebagai "AC portabel" tanpa listrik dan tanpa suara. Namun, para ahli memperingatkan bahwa kebiasaan ini bisa memicu gangguan kesehatan akibat kedinginan, dan dalam beberapa kasus, labu bisa pecah atau meledak di tengah malam.
Mengapa Labu Musim Dingin Efektif Mendinginkan Tubuh?
Labu musim dingin bekerja seperti bantal pendingin berisi air. Ketika ditempelkan pada kulit, labu menyerap panas tubuh dan memberikan efek sejuk yang menenangkan. Teknik ini sebenarnya bukan hal baru—masyarakat China kuno telah menggunakannya untuk bertahan dari malam-malam panas di musim kemarau, dan metode ini tercatat dalam berbagai dokumen sejarah.
Manfaat dan Risiko Tidur Memeluk Labu
Menurut Ding Yiyun, dokter dari Departemen Kedokteran Psikosomatik Rumah Sakit Dongfang, Beijing University of Chinese Medicine, tidur sambil memeluk labu dapat membantu mereka yang mengalami insomnia akibat panas, kecemasan, atau stres berat. Namun, individu dengan tubuh yang sensitif terhadap suhu dingin sebaiknya menghindari tren ini karena berisiko mengalami gangguan kesehatan.
Artikel Terkait
2 Tentara Israel Tewas Kena Jebakan Bom di Lebanon Selatan, IDF Balas dengan Serangan Udara
Korea Selatan Bongkar Kegagalan Mediasi Indonesia ke Korea Utara: Tawaran Dialog Ditolak Mentah-mentah
Patung Figuratif Wanita di Pameran Desert X AlUla: Kontroversi Tabu Seni Islam vs Dialog Budaya
Iran Usulkan NATO Islam: Ajak Pakistan dan Negara Muslim Bentuk Aliansi Keamanan Kawasan