Ding menyarankan labu cukup dipeluk selama 10-20 menit sebelum tidur, bukan sepanjang malam. Selain itu, labu harus diganti secara berkala untuk mencegah penumpukan bakteri.
Bahaya Labu Pecah dan Pertumbuhan Bakteri
Beberapa warganet melaporkan pengalaman tidak menyenangkan: labu yang dipeluk pecah di tengah malam, mengeluarkan cairan busuk berbau menyengat yang mencemari seprai dan lantai. Seorang pengguna dari Provinsi Hubei bahkan harus membuang semua barang yang terkena cairan tersebut.
Ao Qingyan, ahli agronomi senior dari Chengdu Academy of Agriculture and Forestry Sciences, menjelaskan bahwa ketika labu menempel pada kulit sepanjang malam, panas tubuh dan kelembapan di bawah selimut mengubah labu menjadi "inkubator" hangat. Mikroorganisme berkembang biak dengan cepat, menguraikan gula dan zat organik di dalam labu, menghasilkan gas seperti karbon dioksida. Karena kulit labu kedap udara, tekanan di dalamnya meningkat hingga akhirnya menyebabkan labu pecah.
Solusi Hemat dan Ramah Lingkungan
Meski ada risiko, tren ini tetap menarik karena biayanya murah. Setelah digunakan, labu musim dingin bisa diolah menjadi sup atau hidangan lain yang menyegarkan, sehingga tidak terbuang sia-sia. Ini menjadi alternatif cerdas untuk menghemat energi sekaligus menikmati manfaat alami di musim panas.
Artikel Terkait
2 Tentara Israel Tewas Kena Jebakan Bom di Lebanon Selatan, IDF Balas dengan Serangan Udara
Korea Selatan Bongkar Kegagalan Mediasi Indonesia ke Korea Utara: Tawaran Dialog Ditolak Mentah-mentah
Patung Figuratif Wanita di Pameran Desert X AlUla: Kontroversi Tabu Seni Islam vs Dialog Budaya
Iran Usulkan NATO Islam: Ajak Pakistan dan Negara Muslim Bentuk Aliansi Keamanan Kawasan