Sebelum kericuhan, aksi mahasiswa di halaman gedung berjalan tertib dengan pengawalan Kodim 0403/OKU dan Polres OKU. Para mahasiswa secara bergiliran menyampaikan aspirasi, mulai dari penolakan kenaikan tunjangan DPR RI, desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga tuntutan transparansi informasi publik dan perluasan partisipasi rakyat.
Bupati OKU, Ketua DPRD, Dandim 0403 OKU, dan sejumlah tokoh masyarakat sempat menemui mahasiswa untuk mendengarkan langsung tuntutan mereka. Namun, massa non-mahasiswa yang tertahan di luar pagar merasa dianaktirikan dan meluapkan kekecewaan dengan tindakan anarkis.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo sebelumnya telah mengimbau massa agar tetap kondusif dan tidak terprovokasi. Ia juga mengingatkan warga, khususnya yang masih di bawah umur, agar tidak ikut-ikutan hanya demi konten media sosial atau sekadar mengejar gift live TikTok.
"Siapa pun koordinatornya, silakan masuk dan sampaikan aspirasinya. Kami siap memfasilitasi. Yang penting situasi Baturaja tetap aman dan kondusif," kata Kapolres
Sumber: inews
Artikel Terkait
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka
Forklift Modern 2024: Tantangan, Peluang & Solusi Efisiensi Logistik Terbaru