Meningkatnya Peluang Invasi China ke Taiwan
Preseden Venezuela secara langsung meningkatkan peluang invasi China ke Taiwan. Beijing membaca pesan jelas dari invasi AS: larangan penggunaan kekuatan dalam Piagam PBB bisa dilanggar jika pelakunya adalah kekuatan besar, dan konsekuensinya minimal. Status Taiwan yang secara hukum "abu-abu"—bukan anggota PBB namun memiliki pemerintahan de facto—memberi ruang bagi China untuk membingkai invasi sebagai "urusan domestik". Secara militer, China telah menunjukkan kesiapan melalui latihan besar dan simulasi blokade. Jika invasi terjadi, dampaknya akan global, mengingat Selat Taiwan adalah jalur perdagangan vital dan pusat rantai pasok semikonduktor dunia.
Dampak Krisis Venezuela: Pengungsi dan Perang Proxy
Di balik pertarungan elite, rakyat Venezuela menanggung beban terberat. Krisis kemanusiaan yang sudah parah semakin diperburuk oleh invasi, berpotensi memicu gelombang pengungsi baru ke negara tetangga seperti Kolombia dan Brasil. Invasi ini juga mengubah Venezuela menjadi ajang perang proxy, dengan Rusia dan China memberikan dukungan politik, militer, dan ekonomi untuk menandingi pengaruh AS. Ketegangan ini tidak hanya mengancam stabilitas Amerika Latin, tetapi juga mengikis sisa-sisa kredibilitas tatanan global berbasis aturan.
Kesimpulan: Invasi AS ke Venezuela 2026 telah membuka kotak Pandora. Dengan melemahnya penegakan hukum internasional yang selektif, dunia memasuki era yang lebih berisiko di mana kekuatan besar merasa berhak bertindak unilateral. Taiwan kini berada dalam garis tembak sebagai ujian berikutnya bagi prinsip kedaulatan dan stabilitas global.
Artikel Terkait
Barang Pribadi Pramugari Esther Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Pesawat IAT di Gunung Bulusaraung
Gaji Guru Honorer vs Sopir MBG: Viral Video Protes Kesenjangan Gaji 2026
Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari: Daftar 28 Perusahaan & Penyebab Lengkap
Pesawat ATR Jatuh di Maros: Basarnas Yakin Tak Ada Korban Selamat, Tetap Harap Mukjizat