"Dia minta reschedule untuk pemeriksaan pada 7 Januari 2026," ujar Reonald. Ia menambahkan, jika pada tanggal tersebut Richard Lee tidak hadir tanpa pemberitahuan, maka penyidik akan melayangkan panggilan kedua.
Latar Belakang Perseteruan Richard Lee vs Doktif
Kasus hukum ini berawal dari perseteruan publik antara Richard Lee dan Doktif seputar keamanan dan keabsahan obat serta treatment kecantikan. Perselisihan ini kemudian berkembang dan berujung pada saling melaporkan ke pihak berwajib.
Di sisi lain, berdasarkan laporan dari Richard Lee, Doktif juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Kesimpulan
Kasus antara Richard Lee dan Dokter Samira Farahnaz (Doktif) kini memasuki tahap hukum yang serius. Kedua belah pihak sama-sama telah ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal yang berbeda. Perkembangan selanjutnya, termasuk kehadiran Richard Lee pada panggilan pemeriksaan 7 Januari 2026, akan menjadi kunci proses hukum ini.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?