Rahasia Kebahagiaan Indonesia: Keimanan, Bukan Hanya Kesejahteraan Ekonomi
Indonesia mencatat prestasi luar biasa dengan dinobatkan sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di dunia berdasarkan riset Global Flourishing Study (GFS) kolaborasi Harvard University, Baylor University, dan Gallup. Temuan ini mengungguli hampir 200 negara lainnya dan menarik perhatian banyak pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Kebahagiaan yang Melampaui Tolok Ukur Ekonomi
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, memberikan perspektif mendalam. Ia menyatakan bahwa kebahagiaan rakyat Indonesia tidak bisa diasumsikan hanya berasal dari tingkat kesejahteraan atau kemakmuran ekonomi semata.
"Asumsi bahwa negara sejahtera pasti rakyatnya bahagia, dan negara miskin pasti tidak bahagia, hanya relevan jika kebahagiaan diukur dari sudut pandang duniawi saja," ujar Jamiluddin.
Peran Keimanan sebagai Sumber Kebahagiaan Utama
Jamiluddin menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia pada umumnya mencari kebahagiaan dalam keseimbangan dunia dan akhirat. Bagi kelompok yang memprioritaskan kebahagiaan akhirat, keimanan menjadi sumber kebahagiaan utama mereka.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri