“Bantuan itu bisa diserahkan tanpa izin, tanpa ribut, dan tanpa klaim berlebihan. Yang penting sampai ke masyarakat,” tegasnya.
Pentingnya Kehadiran Nyata di Tengah Korban
Maruli menekankan bahwa yang dibutuhkan korban bencana adalah kepedulian dan uluran tangan nyata, bukan sekadar penampilan logo atau nama organisasi yang mendominasi. Praktik "bantuan seremonial" ini dinilai menggeser esensi empati yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Komitmen TNI AD dan Harapan untuk Donatur
Sebagai institusi yang kerap turun langsung, TNI AD mengedepankan kerja nyata di lapangan seperti distribusi logistik dan evakuasi tanpa pencitraan berlebihan. Maruli berharap semua pihak dapat menempatkan nilai kemanusiaan di atas kepentingan lainnya, karena keikhlasan akan lebih bermakna bagi para korban.
Pernyataan KSAD Maruli Simanjuntak ini menjadi pengingat publik bahwa bantuan bencana bukanlah panggung untuk pertunjukan, melainkan momentum untuk meringankan penderitaan sesama dengan ketulusan.
Artikel Terkait
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka
Forklift Modern 2024: Tantangan, Peluang & Solusi Efisiensi Logistik Terbaru