“Bantuan itu bisa diserahkan tanpa izin, tanpa ribut, dan tanpa klaim berlebihan. Yang penting sampai ke masyarakat,” tegasnya.
Pentingnya Kehadiran Nyata di Tengah Korban
Maruli menekankan bahwa yang dibutuhkan korban bencana adalah kepedulian dan uluran tangan nyata, bukan sekadar penampilan logo atau nama organisasi yang mendominasi. Praktik "bantuan seremonial" ini dinilai menggeser esensi empati yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Komitmen TNI AD dan Harapan untuk Donatur
Sebagai institusi yang kerap turun langsung, TNI AD mengedepankan kerja nyata di lapangan seperti distribusi logistik dan evakuasi tanpa pencitraan berlebihan. Maruli berharap semua pihak dapat menempatkan nilai kemanusiaan di atas kepentingan lainnya, karena keikhlasan akan lebih bermakna bagi para korban.
Pernyataan KSAD Maruli Simanjuntak ini menjadi pengingat publik bahwa bantuan bencana bukanlah panggung untuk pertunjukan, melainkan momentum untuk meringankan penderitaan sesama dengan ketulusan.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?