“Bantuan itu bisa diserahkan tanpa izin, tanpa ribut, dan tanpa klaim berlebihan. Yang penting sampai ke masyarakat,” tegasnya.
Pentingnya Kehadiran Nyata di Tengah Korban
Maruli menekankan bahwa yang dibutuhkan korban bencana adalah kepedulian dan uluran tangan nyata, bukan sekadar penampilan logo atau nama organisasi yang mendominasi. Praktik "bantuan seremonial" ini dinilai menggeser esensi empati yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Komitmen TNI AD dan Harapan untuk Donatur
Sebagai institusi yang kerap turun langsung, TNI AD mengedepankan kerja nyata di lapangan seperti distribusi logistik dan evakuasi tanpa pencitraan berlebihan. Maruli berharap semua pihak dapat menempatkan nilai kemanusiaan di atas kepentingan lainnya, karena keikhlasan akan lebih bermakna bagi para korban.
Pernyataan KSAD Maruli Simanjuntak ini menjadi pengingat publik bahwa bantuan bencana bukanlah panggung untuk pertunjukan, melainkan momentum untuk meringankan penderitaan sesama dengan ketulusan.
Artikel Terkait
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI
Kepercayaan Publik terhadap Prabowo Belum Pulih Meski Dadan Cs Ditangkap Kejagung
Purbaya Tutup Mulut soal Anggaran Perjalanan Dinas Presiden Prabowo, Begini Alasannya