Potensi Inefisiensi dan Contoh Nyata
Potensi pemborosan anggaran bukanlah kekhawatiran tanpa dasar. Sebagai contoh, dalam program pembangunan sumur bor oleh BNPB, anggaran yang disiapkan mencapai Rp150 juta per unit. Padahal, pekerjaan serupa yang dikerjakan masyarakat desa hanya membutuhkan Rp20 juta per unit. Artinya, terdapat selisih anggaran yang bisa digunakan untuk membangun tujuh sumur bor tambahan.
Desakan untuk Transparansi dan Rasionalitas
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa didesak untuk bersikap rasional, realistis, objektif, dan bijaksana dalam mengelola keuangan negara, terutama dana bencana. Publik membutuhkan penjelasan transparan mengenai rincian alokasi Rp51 triliun tersebut.
Apalagi, jika mengacu pada data sementara yang menyebutkan 183.308 unit rumah rusak, maka anggaran untuk perumahan saja sudah mencapai Rp45,727 triliun. Ini hanya menyisakan Rp5,273 triliun untuk semua kebutuhan rehabilitasi lainnya. Rincian ini harus dijelaskan dengan jelas, terlebih di saat pemerintah juga melakukan rasionalisasi anggaran di kementerian dan lembaga negara.
Ekonom Konstitusi
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri