MUF menceritakan bahwa insiden berawal saat ia meminta teman-temannya tenang di kelas. Agus yang mendengar kemudian memanggilnya. Saat MUF mendekat, ia langsung ditampar oleh gurunya tersebut.
Ketegangan sempat mereda, namun memanas kembali ketika Agus keluar dari kantor membawa sapit rumput (alat kebun). Puncaknya, saat siswa meminta maaf atas hinaan terhadap orang tua, MUF mengaku justru mendapat tinjuan di hidung dari Agus.
"Kalau tidak ditinju dulu, tidak akan ada pengeroyokan," tegas MUF dalam penuturannya.
Eskalasi ke Ranah Hukum
Menyusul viralnya video tersebut, Agus Saputra memutuskan untuk melaporkan kejadian ini kepada Polda Jambi pada Kamis, 15 Januari 2026. Ia didampingi oleh kakaknya, Nasir.
"Adik saya dirugikan secara mental dan psikis, terlebih videonya viral di media sosial," ujar Nasir. Ia juga menyebutkan bahwa visum telah dilakukan dan terdapat bekas lebam pada tubuh Agus sebagai barang bukti.
Dampak dan Refleksi Insiden di Dunia Pendidikan
Insiden ini menyoroti pentingnya komunikasi dan pengelolaan emosi di lingkungan sekolah. Konflik yang berujung kekerasan fisik antara pendidik dan peserta didik meninggalkan luka mendalam bagi kedua belah pihak serta merusak citra institusi pendidikan sebagai tempat yang aman dan kondusif untuk belajar.
Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya sekaligus menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Artikel Terkait
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka
Forklift Modern 2024: Tantangan, Peluang & Solusi Efisiensi Logistik Terbaru