SBY Usul Sidang Darurat PBB Cegah Perang Dunia III, Khawatir Situasi Global Mirip 1914 & 1939

- Senin, 19 Januari 2026 | 15:25 WIB
SBY Usul Sidang Darurat PBB Cegah Perang Dunia III, Khawatir Situasi Global Mirip 1914 & 1939

Mengutip Edmund Burke dan Albert Einstein, SBY mengingatkan bahwa kehancuran dunia sering terjadi karena orang-orang baik membiarkan kejahatan terjadi. Ia menyerukan agar umat manusia dan bangsa-bangsa di dunia harus aktif berupaya mencegah peperangan.

Usulan Sidang Umum PBB Darurat

Sebagai langkah konkret, SBY mengusulkan agar PBB segera mengadakan Sidang Umum darurat (Emergency UN General Assembly). Agenda pertemuan tersebut adalah merumuskan langkah-langkah nyata untuk mencegah krisis dunia skala besar, termasuk potensi Perang Dunia III.

Ia menyadari PBB sering dianggap tidak berdaya, namun lembaga dunia itu tidak boleh tercatat dalam sejarah hanya sebagai penonton. SBY meyakini bahwa jika ada kemauan politik dari para pemimpin dunia, maka jalan untuk perdamaian masih mungkin ditemukan.

Reaksi dan Eskalasi Terkini

Kekhawatiran SBY semakin relevan dengan perkembangan terkini. Viktor Medvedchuk, politikus pro-Kremlin, memperingatkan bahwa deklarasi Prancis dan Inggris untuk mendirikan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata bisa memicu "Perang Dunia Ketiga".

Deklarasi Paris yang ditandatangani Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Inggris Keir Starmer, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, meski bertujuan mendukung kedaulatan Ukraina, dianggap Moskow sebagai provokasi yang memperbesar risiko konflik langsung dengan NATO.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengkritik keras negara-negara Barat yang dinilai terus mengobarkan histeria anti-Rusia dan mendukung Ukraina hanya untuk melanjutkan perlawanan terhadap Rusia.

Peran NATO dan Akar Ketegangan

Ketegangan antara Rusia dan NATO menjadi akar masalah yang dalam. NATO yang terus berekspansi ke Eropa Timur pasca-runtuhnya Uni Soviet dianggap Rusia sebagai ancaman keamanan nasional. Keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO sejak 2008 merupakan pemicu utama yang ditentang keras oleh Kremlin, karena akan menempatkan aliansi militer Barat di perbatasannya.

Invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 semakin memperuncing situasi, dengan Rusia menuntut jaminan Ukraina tidak akan masuk NATO, sementara AS dan sekutunya terus memberikan dukungan militer penuh kepada Kyiv.


Halaman:

Komentar