Membaca Visi Prabowo di WEF 2026: Kekuasaan untuk Senyum Rakyat Miskin dan Lemah
Oleh: Denny JA
Hari keempat World Economic Forum (WEF) 2026 menghadirkan pidato dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang membawa spirit dan esensi berbeda. Pidato tersebut mengingatkan kembali pada etika dasar kekuasaan: untuk siapa kekuasaan itu dijalankan.
Visi kepemimpinannya bertumpu pada satu ukuran moral yang jarang terdengar di forum elite global, yaitu komitmen untuk membuat rakyat miskin dan lemah tersenyum. Ini bukan sekadar slogan, melainkan definisi mendasar tentang hakikat kekuasaan yang berhati nurani.
Ironi Jarak dan Kejernihan Makna
Di saat pidato itu disampaikan, penulis justru menyimaknya dari jarak sekitar satu jam dari Davos. Ada ironi tersendiri: pidato yang menyentuh soal keberpihakan pada lapisan terbawah justru diserap dari kejauhan. Namun, jarak itu justru memberikan ruang untuk refleksi yang lebih tenang dan utuh.
Jawaban Indonesia di Tengah Dunia yang Berubah
WEF 2026 diwarnai kesadaran akan tatanan dunia yang bergejolak. Banyak pemimpin berbicara tentang fragmentasi dan ketidakpastian. Di tengah narasi proteksionisme dan nasionalisme, Prabowo memilih pintu yang berbeda: berbicara tentang rakyat miskin, anak yang lapar, dan desa yang terabaikan.
Argumen intinya dimulai dari tesis dasar: tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian dan stabilitas, dan tidak ada stabilitas tanpa kepercayaan. Ia menyodorkan bukti kinerja setahun pemerintahannya: pertumbuhan ekonomi terjaga di atas 5%, inflasi terkendali, dan yang terpenting, rekam jejak kredibilitas Indonesia yang tak pernah gagal bayar utang. Kredibilitas, baginya, adalah aset nasional termahal.
Dari Anggaran ke Meja Makan: Program Nyata yang Mengubah
Pidato ini tidak berhenti pada data makro. Prabowo menekankan langkah konkret seperti efisiensi anggaran dan pengalihan dana ke program langsung untuk rakyat. Lahirlah program strategis seperti:
Artikel Terkait
Tower Seluler Ambruk di Surabaya: Hantam Atap Sekolah & Mobil, Begini Kronologinya
Dino Patti Djalal Peringatkan Risiko Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Trump
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Mesin Gizi, Ekonomi, atau Hanya Proyek Anggaran?
Demo Provinsi Luwu Raya Blokade Trans Sulawesi: Aktivitas Lumpuh Total, Dampak & Analisis