Risiko langsung yang mengintai termasuk kekurangan oksigen (hipoksia), kerusakan saraf, hingga kematian. Untuk jangka panjang, penyalahgunaan N2O dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen dan kekurangan vitamin B12 yang parah.
Bentuk Penyalahgunaan dan Langkah Pencegahan
BNN meminta masyarakat mewaspadai bentuk penyalahgunaan N2O, yang biasanya ditemukan dalam tabung kecil, cartridge, atau dihirup menggunakan balon.
Orang tua diimbau untuk mengawasi lingkungan pergaulan anak dan remaja. Masyarakat juga diminta melaporkan peredaran gelap N2O ke BNN melalui layanan telepon 184 atau kepolisian terdekat.
Layanan Bantuan dari BNN
Jika ada anggota keluarga yang terlibat penyalahgunaan, BNN menyediakan layanan konseling dan rehabilitasi yang bersifat rahasia dan gratis. Komitmen BNN adalah melindungi masyarakat dari penyalahgunaan zat adiktif, termasuk NPS (New Psychoactive Substances) dan N2O.
Upaya pencegahan, penegakan hukum, dan rehabilitasi akan terus dioptimalkan untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri