Pasien Gagal Ginjal Terdampak, Pemerintah Rugi Dua Kali
Purbaya menyoroti kasus nyata seperti pasien gagal ginjal yang mendadak tidak bisa cuci darah karena status kepesertaannya berubah. Situasi ini dinilai sangat merugikan.
“Karena tiba-tiba ketika ada yang mau cuci darah tiba-tiba enggak eligible, kan itu kayanya kita konyol. Pemerintah rugi di situ, uang keluar, image jelek jadinya,” katanya menekankan.
Perlu Koordinasi Solid Antara BPJS, Kemensos, dan Kemenkes
Meski Kementerian Keuangan telah menyetujui pembiayaan darurat untuk masa transisi, Purbaya menekankan perlunya perbaikan jangka panjang. Koordinasi yang solid antara BPJS Kesehatan, Kemensos, dan Kemenkes dianggap kunci agar kericuhan serupa tidak terulang.
Kegaduhan ini menyoroti lemahnya integrasi data pemerintah. Purbaya meminta instansi terkait untuk duduk bersama mencari solusi, bukan saling menyalahkan di ruang publik.
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Analisis Forensik Ungkap Watermark UGM
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka