Menanggapi laporan, anggota Pamapta Polres Rote Ndao, Ipda Maximus Lona, mendatangi lokasi. Baik pelaku maupun korban kemudian dibawa ke Polres untuk menjalani klarifikasi di ruangan Sipropam.
Polwan Akui Ambil Uang, Barang Bukti Disita
Dalam proses klarifikasi, Brigadir YM akhirnya mengakui perbuatannya. Uang sebesar Rp 1,1 juta yang dicuri berhasil diamankan dan disita sebagai barang bukti.
Kapolres Mardiono menyatakan bahwa Brigadir YM saat ini bertugas di Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sattahti) Polres Rote Ndao. Terkait statusnya, oknum polwan tersebut belum ditahan.
Menunggu Petunjuk Polda NTT, Polres Komitmen Transparan
"Kami masih menunggu petunjuk dari Bidpropam Polda NTT terkait penanganan kasus ini, apakah termasuk pelanggaran disiplin atau kode etik, karena laporan masuk melalui QR Code Layanan Propam Polri," jelas AKBP Mardiono.
Mardiono menegaskan komitmen Polres Rote Ndao untuk menangani kasus ini secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Upaya klarifikasi terhadap pihak terkait masih terus dilakukan.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri