MULTAQOMEDIA.COM - Sejumlah pimpinan dan tokoh ormas Islam bersiap melaporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie ke polisi. Laporan ini terkait potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang dinilai telah menimbulkan polemik berkepanjangan. Ketiganya diduga menjadi pihak pertama yang menyebarluaskan potongan video tersebut.
"Kami menyampaikan pikiran bahwa mereka yang pertama kali memuat ya, pelintiran pidato Bapak Jusuf Kalla di Masjid Kampus UGM itu sangat bersifat tendensius, provokatif, dan potensial untuk mengadu domba antarumat beragama," kata Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, usai bertemu JK, Selasa (28/4/2026) malam.
"Maka oleh karena itu, ada dari kalangan ormas-ormas Islam, para advokat yang akan menuntut yang bersangkutan, karena sebenarnya bukan pertama kali, sudah berkali-kali menyebar fitnah dan mengadu domba antarumat beragama," imbuhnya.
Din menilai tudingan bahwa JK menistakan agama berangkat dari potongan video yang diunggah oleh ketiga tokoh tersebut. Menurutnya, video asli JK yang berdurasi sekitar satu setengah jam telah dipotong secara tidak bertanggung jawab.
"Ya, karena mereka yang ditengarai, yang disebarluaskan, dan patut diduga bahkan diyakini, merekalah yang pertama kali memelintir pidato Pak Jusuf Kalla sekitar satu setengah jam lebih itu dengan mengambil sekitar 48 detik pada bagian yang tidak utuh. Akhirnya menimbulkan ada sekelompok orang, entah 15-16, mengadukan Pak JK sebagai tersangka atau tertuduh dalam bidang penistaan agama," ujarnya.
Artikel Terkait
Maia Estianty Cuek Tak Salaman dengan Ahmad Dhani dan Mulan Jameela di Pernikahan El Rumi, Netizen Soroti Sikapnya
ICW Temukan Dugaan Markup Hingga Monopoli dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Pemakaman Viral Thailand: Pria Sewa Penari Coyote di Depan Peti Mati Sebagai Permintaan Terakhir
Viral Klaim WNI Jadi Tentara Israel: Fakta Terbaru yang Terkuak