Hingga Kamis siang, tim Hotman 911 telah menjemput dan memberangkatkan sejumlah korban menuju Jakarta. Menariknya, di antara korban yang berangkat terdapat pasangan suami istri. Sang suami mengaku bukan hanya istrinya yang menjadi korban pelecehan seksual, tetapi ia juga mengalami kerugian finansial akibat kasus ini.
Dengan suara terbata-bata, korban berharap kasus ini dapat diungkap secara transparan dan para korban mendapatkan perlindungan hukum yang layak. "Ini ada lima orang rencananya mau ikut undangan Bapak Hotman Paris. Mau menjelaskan kasus iblis Ashari ini. Harapannya, pondoknya, semuanya dibubarkan," ujar salah satu korban berinisial S.
Ia juga menambahkan, "Korban pelecehan agar mendapat pendampingan karena ini luka seumur hidup." Para korban berharap trauma mendalam yang dialami akibat perbuatan oknum kiai tersebut mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
Kasus dugaan pelecehan seksual di pesantren ini viral setelah jumlah korban dilaporkan mencapai 50 orang, memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Publik kini menanti langkah hukum selanjutnya setelah Hotman Paris resmi turun tangan mendampingi para korban.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?