Hingga Kamis siang, tim Hotman 911 telah menjemput dan memberangkatkan sejumlah korban menuju Jakarta. Menariknya, di antara korban yang berangkat terdapat pasangan suami istri. Sang suami mengaku bukan hanya istrinya yang menjadi korban pelecehan seksual, tetapi ia juga mengalami kerugian finansial akibat kasus ini.
Dengan suara terbata-bata, korban berharap kasus ini dapat diungkap secara transparan dan para korban mendapatkan perlindungan hukum yang layak. "Ini ada lima orang rencananya mau ikut undangan Bapak Hotman Paris. Mau menjelaskan kasus iblis Ashari ini. Harapannya, pondoknya, semuanya dibubarkan," ujar salah satu korban berinisial S.
Ia juga menambahkan, "Korban pelecehan agar mendapat pendampingan karena ini luka seumur hidup." Para korban berharap trauma mendalam yang dialami akibat perbuatan oknum kiai tersebut mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
Kasus dugaan pelecehan seksual di pesantren ini viral setelah jumlah korban dilaporkan mencapai 50 orang, memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Publik kini menanti langkah hukum selanjutnya setelah Hotman Paris resmi turun tangan mendampingi para korban.
Artikel Terkait
Pemerintah Gandeng 26 Homeless Media, Sejumlah Platform Membantah Keterlibatan
Gaji Guru Honorer Jakarta Rp700 Ribu, Anggota DPRD Soroti Kesejahteraan di Tengah Anggaran Pendidikan Rp18,1 Triliun
Mantan Kabareskrim Bantah Status Tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifa Gugur Otomatis di Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Sultan Kemenaker Akui Biayai Kampanye Ida Fauziah hingga Rp200 Juta per Kegiatan