Ade mengaku mempersilakan siapa pun yang ingin melaporkannya ke polisi. Namun, ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memprovokasi atau menghasut masyarakat terkait potongan video ceramah JK yang viral.
"Saya sih bersumpah bahwa saya tidak ingin memprovokasi, tidak ingin menghasut, saya tidak ingin berusaha memecah belah," tegas Ade.
Ia menjelaskan bahwa kritiknya muncul karena adanya kesalahan pemahaman dari JK mengenai konsep mati syahid bagi umat beragama yang membunuh atau dibunuh oleh pemeluk agama lain.
"Itu yang kami kritik, kami katakan nggak gitu dong. Pak JK ini kan seorang negarawan, seorang tokoh yang berpengaruh, yang didengar banyak orang. Kalau anda katakan begitu, itu justru bisa menimbulkan kesalahpahaman," pungkas Ade.
Artikel Terkait
Hercules Ancam Amien Rais: Ancaman Ruang Kritik dan Letupan Reformasi Baru
DPR Resmi Lantik Adela Kanasya Adies Gantikan Adies Kadir untuk Periode 2026-2029
Wanita Indramayu Korban TPPO Pengantin Pesanan di China: Terlantar di Panti Jompo Usai Alami Kekerasan Fisik dan Seksual
Rupiah Tembus Rp 17.500 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah