Ade mengaku mempersilakan siapa pun yang ingin melaporkannya ke polisi. Namun, ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memprovokasi atau menghasut masyarakat terkait potongan video ceramah JK yang viral.
"Saya sih bersumpah bahwa saya tidak ingin memprovokasi, tidak ingin menghasut, saya tidak ingin berusaha memecah belah," tegas Ade.
Ia menjelaskan bahwa kritiknya muncul karena adanya kesalahan pemahaman dari JK mengenai konsep mati syahid bagi umat beragama yang membunuh atau dibunuh oleh pemeluk agama lain.
"Itu yang kami kritik, kami katakan nggak gitu dong. Pak JK ini kan seorang negarawan, seorang tokoh yang berpengaruh, yang didengar banyak orang. Kalau anda katakan begitu, itu justru bisa menimbulkan kesalahpahaman," pungkas Ade.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?