Ade mengaku mempersilakan siapa pun yang ingin melaporkannya ke polisi. Namun, ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memprovokasi atau menghasut masyarakat terkait potongan video ceramah JK yang viral.
"Saya sih bersumpah bahwa saya tidak ingin memprovokasi, tidak ingin menghasut, saya tidak ingin berusaha memecah belah," tegas Ade.
Ia menjelaskan bahwa kritiknya muncul karena adanya kesalahan pemahaman dari JK mengenai konsep mati syahid bagi umat beragama yang membunuh atau dibunuh oleh pemeluk agama lain.
"Itu yang kami kritik, kami katakan nggak gitu dong. Pak JK ini kan seorang negarawan, seorang tokoh yang berpengaruh, yang didengar banyak orang. Kalau anda katakan begitu, itu justru bisa menimbulkan kesalahpahaman," pungkas Ade.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri