MULTAQOMEDIA.COM - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, dikabarkan akan hadir langsung dalam persidangan untuk menjawab polemik ijazah yang ramai diperbincangkan. Bukan hanya ijazah perguruan tinggi, Jokowi bahkan siap membawa seluruh dokumen pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga universitas.
Kepastian ini disampaikan oleh kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, setelah bertemu langsung dengan kliennya di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026). Yakup menegaskan bahwa kehadiran Jokowi di persidangan menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang beredar di publik. Selama ini, muncul anggapan bahwa Jokowi enggan datang ke pengadilan atau menunjukkan ijazah aslinya, namun kabar tersebut tidak benar.
"Tadi kami juga konfirmasi lagi ke Pak Jokowi terkait kehadiran beliau di sidang. Beliau mengatakan akan hadir di persidangan dan menunjukkan ijazahnya," ujar Yakup. Langkah ini dinilai sebagai cara paling tepat untuk menepis tudingan mengenai keaslian dokumen pendidikan Jokowi. Yakup menambahkan bahwa pihaknya menghormati seluruh mekanisme hukum dan akan mengikuti tahapan persidangan, termasuk saat pembuktian perkara.
Jokowi Kecewa dengan Proses Hukum
Polemik ijazah Jokowi kembali mencuat dalam beberapa waktu terakhir dan menyeret laporan hukum terkait dugaan pencemaran nama baik. Jokowi disebut merasa kecewa terhadap penanganan laporan yang ditangani Polda Metro Jaya, yang telah menetapkan Roy Suryo Cs sebagai tersangka. Kekecewaan ini diungkapkan oleh Koordinator Tim Hukum Merah Putih (THMP), C. Suhadi.
Menurut Suhadi, Jokowi mempertanyakan lambannya proses hukum yang sudah berjalan lebih dari satu tahun, padahal diperkirakan selesai dalam tiga hingga empat bulan. "Beliau agak kecewa karena proses hukum sudah berjalan sekitar satu tahun satu bulan," kata Suhadi usai bertemu Jokowi di Solo pada Kamis (21/5/2026). Jokowi juga menduga ada pihak tertentu yang menghambat proses hukum, meski tidak merinci lebih lanjut.
Artikel Terkait
Anne Ratna Mustika Diperiksa Kejari Purwakarta, Kuasa Hukum Bantah Gratifikasi Terkait Jabatan
Penyesalan Noel: Mantan Wamenaker Akui Titik Nadir Hidup Akibat Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
Y2Mate: Solusi Download Video YouTube Offline Tanpa Ribet untuk Gen Z
Dominasi Militer dalam Birokrasi Sipil: Ancaman Serius bagi Supremasi Hukum dan Demokrasi di Indonesia