Di tengah aksi, Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengamankan dua orang pria yang diduga hendak menyusup ke tengah massa mahasiswa. Keduanya ditangkap di sekitar Bendungan Hilir pada pukul 15.30 WIB dengan barang bukti bom molotov.
"Kami sudah mengidentifikasi beberapa kelompok orang yang akan bergabung dengan aksi mahasiswa dan ini membawa molotov. Dua orang sudah diamankan dan saat ini dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum untuk pemeriksaan dan interogasi mendalam," kata Budi.
Polisi memastikan kedua orang tersebut bukan bagian dari kelompok mahasiswa. Status dan afiliasi mereka masih dalam pendalaman.
Terkait keluhan gangguan sinyal internet dan kabar CCTV mati di lokasi aksi, Polda Metro Jaya membantah adanya tindakan pengacakan sinyal atau jamming. "Jamming di lapangan tidak ada. Karena kepadatan anggota dan aktivitas masyarakat, sinyal memang rata-rata sudah susah. Kami juga akan berkomunikasi dengan Diskominfo Provinsi DKI terkait CCTV," ucap Budi.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri