MULTaqOMEDIA.COM - Aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung DPR RI memanas pada Senin (15/6) sore. Ratusan mahasiswa mulai melakukan aksi pembakaran di kawasan Pintu Gerbang Pancasila dan belakang gedung DPR/MPR, menuntut keadilan dan transparansi pemerintahan.
Berdasarkan pantauan langsung, massa aksi terdiri dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cirendeu, dan Universitas Pamulang (Unpam). Mereka membakar atribut demo dan cone jalan sebagai bentuk protes keras.
Mahasiswa mendesak anggota DPR untuk segera menemui mereka dan mendengarkan aspirasi. Aksi ini juga diwarnai upaya merobohkan pagar gedung DPR/MPR RI. "Jika mereka mau audiensi, biarkan mereka keluar. Sepakat kawan-kawan. Kita tunggu agar perwakilan DPR segera menemui massa aksi," seru seorang orator menggunakan pengeras suara.
Isu korupsi menjadi sorotan utama, khususnya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi MBG. Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, serta dua tersangka lain yaitu Asep Yusuf Somantri (orang dekat Sony Sonjaya) dan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono.
"Korupsi di mana-mana. Kepala BGN dan lainnya korupsi. Kita kembali hari ini bukan karena tidak ada aktivitas, tapi ada yang lebih penting yaitu keadilan sosial yang selalu dikhianati," tegas salah satu mahasiswa.
Selain korupsi, mahasiswa juga menyoroti lemahnya pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Puluhan ribu anak dilaporkan keracunan akibat program ini di berbagai daerah. "Program makan bergizi gratis ini banyak anak-anak yang keracunan. Bagaimana adanya payung hukum yang bisa mengawasi SPPG atau dapur MBG?" tambahnya.
Artikel Terkait
Gibran Temui Mahasiswa, Beri Tenggat 5x24 Jam: Ancaman Demo Jilid-Jilid Jika Tuntutan Tak Dipenuhi
Demo Mahasiswa BEM SI di DPR Berakhir Tertib, Ultimatum 3x24 Jam untuk Respons Tuntutan
Mobil Fortuner Aktivis UGM Tiyo Ardianto Disorot Usai Temukan Alat Pelacak
Laboratorium Biologi AS di Ukraina: Ancaman Keamanan Global yang Terungkap