Dua Rumah Warga di Parigi Moutong Rusak Berat
Gempa bumi juga menyebabkan kerusakan pada dua rumah warga di Kabupaten Parigi Moutong. Dua rumah yang mengalami kerusakan berada di Dusun 4 Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, dan Dusun 5 Desa Tolai, Kecamatan Torue.
Di Desa Boyantongo, dinding rumah ambruk dan berserakan di sekitar bangunan. Material batako memenuhi bagian depan rumah hingga menutupi saluran air di samping bangunan. Atap seng pada bagian teras terlihat melengkung dan turun akibat guncangan gempa. Sementara itu, di Desa Tolai, dinding batako di sisi pintu utama jebol dan runtuh, dengan tumpukan puing memenuhi halaman depan rumah. Pagar kawat di depan rumah ikut roboh tertimpa material bangunan yang runtuh.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Parigi Moutong, masing-masing rumah yang terdampak dihuni oleh satu kepala keluarga. Satu orang lansia di Dusun 5 Desa Tolai tercatat sebagai warga terdampak.
Auditorium Universitas Tadulako Rusak, Ratusan Orang Berhamburan
Gempa juga menyebabkan kerusakan di sejumlah fasilitas umum, termasuk di lingkungan Universitas Tadulako (Untad). Bagian plafon di dalam Gedung Auditorium Untad mengalami kerusakan cukup parah hingga rontok dan jatuh ke lantai. Material bangunan tampak berserakan di area dalam gedung yang digunakan sebagai ruang kegiatan pertemuan dan acara akademik. Saat kejadian, ratusan orang yang berada di dalam gedung langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Suasana panik sempat terjadi ketika guncangan kuat masih dirasakan.
Longsor di Gunung Nokilaki Akibat Gempa
Gempa bumi juga memicu longsor di kawasan Gunung Nokilaki, menambah daftar dampak bencana alam ini.
Artikel Terkait
Kecelakaan Mobil KH Anwar Zahid di Bojonegoro: Kronologi Tabrakan Truk Trailer, Kondisi Terkini, dan Profil Abah Anza
Trump Umumkan Kesepakatan Bersejarah Hamas, Netanyahu Langsung Menolak: Sandiwara Perdamaian Timur Tengah yang Absurd
Yaqut Cholil Qoumas Bantah Terima Rp1 dari Korupsi Kuota Haji: Dakwaan Jaksa KPK Hanya Asumsi
UGM Buka Suara soal Skripsi Jokowi: Cetak Sebagian Halaman di Luar Kampus Hal Lumrah di Era 1980-an