MULTAQOMEDIA.COM - Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) menyebabkan kerusakan parah pada berbagai bangunan dan infrastruktur. Mulai dari rumah warga, auditorium universitas, hingga jalan raya dilaporkan rusak akibat gempa dangkal dengan kedalaman 10 km yang berpusat di darat pada koordinat 1,04 LS - 120,23 BT dari Kota Palu.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan tembok rumah di Palu ambruk dan beberapa rumah roboh total akibat guncangan gempa. Akses jalan di Palu juga terputus, memperparah situasi di lapangan.
Jembatan di Palu Retak dan Ditutup Sementara
Jembatan 3 di Kota Palu mengalami retakan parah setelah gempa 6,7 SR mengguncang. Sebagai langkah pencegahan demi keselamatan pengguna jalan, jembatan kini ditutup sementara untuk seluruh aktivitas dan tidak dapat dilalui warga. Pemerintah setempat masih melakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut terhadap kerusakan struktur jembatan pascagempa.
Akses Jalan Terputus di Sigi dan Sekitarnya
Gempa juga memutus akses di Kabupaten Sigi dan sekitarnya, terutama jalan menuju Napu yang terputus total. Sejumlah ruas jalan utama dilaporkan mengalami kerusakan parah dengan retakan besar hingga terbelah di beberapa titik. Kondisi ini membuat jalur transportasi tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga mobilitas warga dan distribusi bantuan terganggu.
Gempa Susulan Masih Terjadi, Warga Diminta Waspada
Hingga saat ini, gempa susulan masih terus terjadi di wilayah terdampak. Warga diminta tetap waspada dan menghindari bangunan yang berpotensi roboh, mengingat aktivitas seismik belum sepenuhnya mereda.
Artikel Terkait
Kecelakaan Mobil KH Anwar Zahid di Bojonegoro: Kronologi Tabrakan Truk Trailer, Kondisi Terkini, dan Profil Abah Anza
Trump Umumkan Kesepakatan Bersejarah Hamas, Netanyahu Langsung Menolak: Sandiwara Perdamaian Timur Tengah yang Absurd
Yaqut Cholil Qoumas Bantah Terima Rp1 dari Korupsi Kuota Haji: Dakwaan Jaksa KPK Hanya Asumsi
UGM Buka Suara soal Skripsi Jokowi: Cetak Sebagian Halaman di Luar Kampus Hal Lumrah di Era 1980-an