Mantan Ajudan Prabowo Diduga Terlibat Penggerudukan TNI di Polda Metro Jaya, TNI Bantah Keras

- Kamis, 09 Juli 2026 | 14:25 WIB
Mantan Ajudan Prabowo Diduga Terlibat Penggerudukan TNI di Polda Metro Jaya, TNI Bantah Keras

"Pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain yang saat ini berkembang," klaimnya.

Ia menambahkan, proses penggeledahan yang dilakukan kepolisian sepenuhnya berada dalam kewenangan Polri. "Adapun mengenai informasi adanya penggeledahan oleh Polri terhadap sejumlah lokasi, hal tersebut merupakan proses yang berbeda dan menjadi kewenangan Polri," tegas Nas.

Penggeledahan di Sentul: Sita 74 Kg Emas dan Uang Ratusan Miliar

Di sisi lain, penyidikan gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap temuan baru yang mengejutkan. Dalam penggeledahan sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor yang diduga milik Febrie, penyidik berhasil menyita 74 kilogram emas dan uang tunai yang ditaksir bernilai ratusan miliar rupiah.

Selain logam mulia dan uang tunai, penyidik juga mengamankan sebuah bingkai berisi foto keluarga yang diduga kuat merupakan keluarga Jampidsus Febrie Adriansyah. Dari tangkapan layar yang diperoleh, bingkai tersebut memuat beberapa foto keluarga, termasuk potret seorang pria dewasa bersama seorang perempuan dan tiga anak, serta foto lainnya yang memperlihatkan pria yang sama berpose bersama anggota keluarga dalam kesempatan berbeda.

Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan bahwa identitas orang dalam foto tersebut masih didalami, sehingga penyidik belum dapat memastikan apakah benar merupakan keluarga Febrie. "Saat ini masih didalami, mohon waktu," kata Totok di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026).

Pengembangan Penyidikan ke 12 Lokasi

Rumah di Sentul itu sebelumnya juga menjadi lokasi penyitaan 74 kilogram emas dan uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang kini telah meluas ke 12 lokasi.

Sebelumnya, penyidik lebih dulu menggeledah Cafe de'CLAN Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Dari lokasi tersebut, penyidik menyita uang sekitar Rp67,2 miliar yang ditemukan di dalam brankas tersembunyi serta lokasi money changer.

Seluruh rangkaian penyidikan ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN, perkara PT Asabri periode 2020–2025, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI. Hingga kini, penyidik masih mendalami keterkaitan seluruh barang bukti yang telah disita dalam perkara tersebut.


Halaman:

Komentar