Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada para pemimpin yang dianggap mengkhianati amanah rakyat. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa tidak ada alasan yang membenarkan seorang pemimpin menyampaikan kebohongan kepada publik, karena tindakan tersebut merupakan dosa sekaligus bentuk pengkhianatan terhadap negara.
"Dosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya, dosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya, berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan," ujar Prabowo saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo untuk menyindir pihak-pihak yang selama ini menyebarkan narasi bahwa pemerintah berbohong kepada rakyat terkait pencapaian swasembada pangan. Ia menilai banyak pihak yang meremehkan pentingnya swasembada pangan dan bahkan menuduh pemerintah tidak jujur.
Artikel Terkait
Ancaman Kudeta Merambat dan Militerisme di Indonesia: Analisis Bahaya Tersembunyi bagi Demokrasi
Roy Suryo Menang Praperadilan, Pengamat: Kemenangan Rakyat Indonesia
Ribuan Buruh Akan Demo di Depan Kemenkeu Tuntut Pajak JHT 0 Persen
Safari Politik Jokowi dan PSI: Strategi Jangka Panjang Jaga Elektabilitas Gibran di Pilpres Mendatang