Selain MBG, program pembangunan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih juga diakui bukanlah pekerjaan mudah. Zulhas menjelaskan bahwa tantangan terbesar terletak pada kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam, serta aksesibilitas yang berbeda-beda di setiap daerah pelosok.
"Ada juga pekerjaan yang besar, membangun koperasi 80.000, tidak gampang," katanya.
Pembangunan koperasi hingga ke tingkat desa membutuhkan koordinasi lintas sektor yang solid, pendampingan yang intensif, serta adaptasi terhadap karakteristik lokal masing-masing wilayah. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kementerian terkait agar koperasi yang dibangun benar-benar berfungsi optimal bagi perekonomian masyarakat.
Deregulasi Jadi Kunci Percepatan Program Pemerintah
Zulhas juga menyoroti masih banyaknya regulasi yang dinilai terlalu rumit dan berbelit-belit sebagai salah satu penghambat utama kelancaran program-program pemerintah. Birokrasi yang panjang sering kali memperlambat eksekusi di lapangan dan membuka celah penyimpangan.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong langkah deregulasi besar-besaran untuk memangkas aturan-aturan yang menghambat percepatan pembangunan. Penyederhanaan regulasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap program yang dijalankan.
"Yang tidak berhasil kita minta maaf. Kita bekerja keras, kita perbaiki. Mohon doanya," pungkas Zulhas.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri